Tempatnya Belajar Ilmu Psikologi Secara Online

21 Januari 2019

Pengertian Kelompok dan Organisasi Sosial Menurut Para Ahli

Manusia adalah makhluk yang sangat lemah dari segi fisik, sehingga manusia akan senantiasa bergantung kepada manusia yang lain. Ketergantungan ini terjadi sampai dewasa bahkan meninggal dunia. Seorang bayi senantiasa bergantung kepada ibunya, dan pertama kali hanya mengenal ibunya. Semakin dewasa seseorang lingkungannya juga semakin meluas. Semakin dewasa pula semakin kelihatan ketergantungan manusia akan manusia yang lain.

Menyikapi hal di atas maka manusia senantiasa ingin hidup dengan manusia yang lain. Kecenderungan manusia untuk selalu bergaul dengan orang lain disebut dengan istilah gregariousness.

Pengertian Kelompok dan Organisasi Sosial Menurut Para Ahli_
image source: en.caribbeannewsdigital.com

Karena ketergantungannya, manusia senantiasa akan menantikan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Dengan hidup secara bersama – sama keperluan – keperluan manusia dapat dilengkapi dan disempurnakan. Sejak dilahirkan manusia mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu :

a. keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya ( yaitu masyarakat )

b. keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

Pengertian Kelompok

Para ahli memberikan pengertian kelompok sosial sebagai berikut :

1. Soerjono Soekanto

Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan – kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.

2. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

3. Merton

Kelompok sosial adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola – pola yang telah mapan

4. Johnson

Kelompok adalah dua atau lebih orang yang saling berinteraksi dengan cara – cara yang terpola, dan dikenali sebagai sebuah kelompok oleh mereka sendiri dan oleh orang lain.

5. Stark

Kelompok sosial adalah sebuah kelompok yang mencakup dua atau lebih orang yang memelihara pola – pola hubungan yang stabil/tetap selama rentang waktu tertentu.

6. Muzafer Sherif

Kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga diantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma – norma tertentu.

Dari definsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang memiliki kesamaan ciri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang – ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya.

Namun demikian tidak semua himpunan manusia dapat disebut sebagai kelompok sosial. Soerjono Soekanto memberi batasan bahwa untuk disebut sebagai kelompok sosial himpunan manusia itu tersebut harus memiliki syarat sebagai berikut :

1. Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.

2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.

3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor yang dimiliki bersama tersebut misalnya nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain – lain.

4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.

5. Bersistem dan berproses

6. Sekelompok masyarakat yang terdiri dari berbagai macam usia dan jenis kelamin yang berbeda merupakan contoh kelompok social yang ada dalam masyarakat kita dan mereka memenuhi syarat-syarat yang dikemukakan di atas.

Ciri-Ciri kelompok sosial

Secara umum ciri ciri kelompok sosial adalah sebagai berikut :

1. Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain

2. Memiliki struktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu. Kelangusngan hidup kelompok tersebut tergantung pada ketangguhan para anggotanya dalam melaksanakan peranannya.

3. Memiliki norma – norma yang mengatur hubungan di antara para anggotanya.

4. Memiliki kepentingan bersama.

5. Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya

Jenis-jenis kelompok sosial

1. Menurut Bierstedt

Biersted membedakan kelompok menjadi empat jenis yaitu :

a. Kelompok statistik ( Statistical group)

Merupakan kelompok yang tidak merupakan organisasi, tidak ada hubungan sosial antara anggota dan tidak ada kesadaran jenis. Kelompok ini hanya ada dalam arti analitis dan merupakan hasil ciptaan para ilmuwan sosial. contoh dari kelompok ini misalnya adalah pengelompokan sejumlah penduduk berdasarkan usia dengan interval yang tertentu.

Ciri-ciri kelompok statistik adalah sebagai berikut :
  1. Tidak direncanakan, tidak disengaja, tetapi tidak berarti sangat mendadak atau secara spontan, melainkan sudah terebntuk dengan sendirinya.
  2. Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu
  3. Tidak ada interaksi dan komunikasi secara terus menenrus
  4. Tidak ada kesadaran berkelompok
  5. kehadirannya konstan

b. Kelompok kemasyarakatan ( societal group )

Yaitu suatu kelompok yang memiliki kesadaran akan persamaan di antara mereka. Dalam kelompok ini belum ada kontak dan komunikasi di antara anggota, dan juga belum ada organisasi. Dalam kelompok ini dijumpai adanya persamaan kepentingan pribadi tetapi bukan kepentingan bersama. Misalnya hasil sensus penduduk yang menunjukkan jumlah wanita dengan pria. Pengelompokan ini menghasilkan kelompok kemasyarakatan karena baik pada kaum pria maupun wanita yang dikelompokan terdapat kesadaran akan jenis kelamin mereka masing-masing tetapi tidak ada organisasi yang mengikat seluruh wanita atau pria yang dikelompokkan itu, dan diantara seluruh anggota masing-masing kelompok pun tidak dijumpai hubungan sosial.

Ciri-ciri kelompok ini adalah :
  1. tidak direncanakan, tidak disengaja, terbentuk dengan sendirinya
  2. kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu
  3. kemungkinan terjadi interaksi maupun komunikasi
  4. kemungkinan terjadi kesadaran kelompok
  5. kehadirannya konstan

c. Kelompok sosial (sosial group )

Merupakan kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran dan jenis hubungan satu sama lain tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contohnya adalah kelompok teman, kerabat dan sebagainya.

d. Kelompok asosiasi ( associational group )

Yaitu suatu kelompok dimana para anggotanya mempunyai kesdaran jenis, dan ada persamaan kepentingan pribadi (like interest ) maupun kepentingan bersama ( common interest ).Dalam kelompok ini di anatar para anggota dapat dijumpai adanya hubungan sosial, adanya kontak dan komunikasi, juga danya ikatan organisasi formal. Contoh kelompok ini misalnya Negara RI, OSIS, Gerakan Pramuka dan lain-lain.

Ciri-ciri kelompok ini adalah sebagai berikut :
  1. direncanakan atau sengaja dibentuk
  2. terorganisir secara nyata dalam suatu wadah
  3. ada interaksi serta komunikasi secara terus menenrus
  4. ada kesadaran kelompok yang kuat
  5. kehadirannya konstan.

2. Menurut Emile Durkheim

Menurut Durkheim kelompok dapat dibagi menjadi dua yaitu

a. Kelompok yang didasarkan pada solidaritas mekanis

Solidaritas mekanis merupakan ciri yang menandai masyarakat yang masih sederhana (oleh Durkheim dinamakan segmental). Dalam masyarakat demikian kelompok – kelompok manusia tinggal secara tersebar dan hidup terpisah satu dengan yang lain. Mereka dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan kelompok luar. Peranan semua anggota sama sehingga ketidak hadiran satu anggota kelompok dapat dengan segera digantikan aggota yang lain. Dalam kelompok ini yang diutamakan adalah persamaan perilaku dan sikap, sehingga perbedaan tidak dibenarkan. Seluruh warga masyarakat diikat oleh apa yang dinamakan collective conscience yaitu suatru kesadaran bersama yang mencakup keseluruhan kepercayaan dan perasaan kelompok, bersifat eksterm serta memaksa.

b. Kelompok yang didasarkan pada solidaritas organis

Solidaritas organis merupakan bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks yaitu masyarakat yang telah mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh kesaling tergantungan antar bagian. Tiap anggota menjalankan peranan yang berbeda, dan diantara berbagai peranan yang ada terdapat kesaling tergantungan laksana kesalingtergantungan antara bagian – bagian suatu organisasi biologis. Ikatan utama yang mempersatukan masyarakat adalah kesepakatan – kesepakatan yang terjalin diantara berbagai kelompok profesi.

3. Menurut Ferdinand Toennies

Menurut Toennies kelmpok dapat dibagi berdasarkan sifat ikatan antaranggota, pengelompkannya menajdi dua yaitu :

a. Gemeinschaft

Adalah pola kehidupan bersama yang intim, pribadi dan eksklusif, suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir. Menurut Toennies ada tiga jenis gemeinschaft, Pertama gemeinschaft by blood mengacu pada ikatan – ikatan kekerabatan. Kedua gemeinschaft of place merupakan ikatan yang berlandaskan kedekatan letak tempat tinggal serta tempat bekerja yang mendorong orang untuk berhubungan secara intim satu dengan yang lain, dan mengacu kehidupan bersama di daerah pedesaan. Ketiga gemeinschaft of mind mengacu pada hubungan persahabatan, yang disebabkan karena persamaan keahlian atau pekerjaan serta pandangan yang mendorong orang untuk saling berhubungan secara teratur. (kekerabatan merupakan contoh gemeinschaft by blood) Kondisi ini misalnya dapat kita jumpai pada masyarakat Batak

b. Gesellschaft

Menurut Toennies gesellschaft merupakan suatu nama dan gejala baru. Gesellschaft dilukiskan sebagai kehidupan publik, sebagai orang – orang yang kebetulan hadir bersama tetapi masing – masing tetap mandiri.

Perbedaan yang dijumpai antara kedua kelompok itu adalah bahwa dalam gemeinschaft individu tetap bersatu meskipun terdapat berbagai faktor yang memisahkan mereka., sedangkan dalam gesellschaft individu pada dasarnya terpisah kendatipun terdapat banyak faktor pemersatu.

4. Sumner mengklasifikasikan kelompok berdasarkan sikap anggota terhadap kelompoknya dan kelompok lain.

Sumner memperkenalkan kategori kelompok dengan dua kelompok yaitu In-group dan Out-group. Sumner mengemukakan bahwa ”masyarakat primitif” yang merupakan kelompok – kelompok kecil yang tersebar di suatu wilayah, muncul diferensiasi antara kelompok kita (we-group) atau kelompok dalam (in-group) dengan orang – orang lain. Kelompok orang lain(others-group) atau kelompok luar(out-group). Di kalangan anggota kelompok dalam dijumpai persahabatan, kerjasama, keteraturan dan kedamaian sedangkan hubungan antara kelompok dalam dengan kelompok luar cenderung ditandai kebencian, permusuhan, perang dan perampokan.

Kelompok dalam menganggap kelompok mereka sendiri sebagai pusat segala-galanya dan sebagai acuan bagi kelompok luar (sikap yang mencerminkan ethnosentrisme). Contoh orang yahudi menganggap diri mereka sebagai “bangsa terpilih”, orang Yunani dan Romawi menganggap semua orang di luar biadab.

5. Menurut Robert K. Merton kelompok dapat diklasifikasikan berdasarkan peran kelompok

Merton mengemukakan pembagian kelompok dengan sebutan kelompok keanggotaan (membership Group ) dan kelompok patokan (reference group).

Kelompok keanggotaan merupakan kelompok dimana seseorang secara resmi dan secara fisik menjadi anggota. Kelompok patokan ialah kelompk yang dengannya seseorang memiliki ikatan batin.Seseorang menenrima pengaruh dari suatu kelompok dan mau menyesuaikan hidupnya dengan kelompok itu karena dinilai bermanfaat bagi kehidupannya.

Merton memusatkan perhatiannya pada suatu kenyataan bahwa keanggotaan dalam suatu kelompok tidak berarti bahwa seseorang akan menjadikan kelompoknya menjadi acuan bagi cara bersikap, menilai maupun bertindak. Dalam berperilaku dan bersikap, seseorang dapat menunjukkan konformitas pada kelompok luar (out group). Misalnya seorang anggota Nahdlatul Ulama bias berteladan kepada seorang ulama yang bukan anggota Nahdlatul Ulama.

Merton membagi tipe umum kelompok acuan sebagai berikut :

a. Tipe normatif

Tipe normatif menentukan dasar kepribadian seseorang yang berfungsi sebagai sumber nilai bagi individu, baik anggota maupun bukan anggota kelompok tersebut.

b. Kelompok Perbandingan

Tipe perbandingan merupakan sutau pegangan bagi individu di dalam menilai kepribadiannya. Tipe tersebut lebih dipakai sebagai perbandingan untuk memberi kedudukan seseorang.

6. Charles Horton Cooley

Cooley mengklasifikasikan kelompok berdasarkan makna kelompok bagi anggotanya, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (Secondary Group).

Kelompok primer adalah satuan hidup yang ditandai dengan hubungan yang akrab dan mesra di antara anggota – anggotanya. Orang – orang dalam kelompok primer biasanya bersama-sama dalam jangka waktu yang lama melaksanakan kegiatan yang sama dan merasa sebagai bagian dari kelompok yang sama. Hubungan yang mesra dan akrab dalam kelompok primer dimungkinkan dengan adanya dua hal. Pertama rasa solidaritas yang tinggi antar sesama anggota. Kedua perasaan senasib karena memiliki latar belakang sejarah yang sama.

Perasaan senasib dan sejarah yang sama dalam kelompok primer dapat menyebabkan keterikatan yang begitu kuat sehingga mereka dapat hidup secara berdampingan dalam jangka waktu yang relatif lebih lama demikian juga dengan tingkat solidaritas yang tinggi diantara mereka memperkuat pertalian yang telah ada

Kelompok sekunder adalah kelompok yang hubungan antar anggotanya tidak akrab.Batas keanggotaan dalam kelompok sekunder tidak terlalu tegas. Anggota kelompok sekunder tidak mempunyai kesetiaan dan perasaan yang kuat karena masing –masing anggota melihat anggota lain dalam rangka mencapai tujuan – tujuan yang terbatas.

Klasifikasi kelompok berdasarkan pencapaian tujuan

Klasifikasi kelompok dilihat dari pencapaian tujuan dapat dibedakan menjadi :

a. Kelompok formal

Kelompok yang memiliki peraturan – peraturan yang tegas dan dengan sengaja dibuat oleh anggota – anggotanya untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contohnya : Partai politik. Dalam partai politik terdapat hierarki kepemimpinan yang jelas, dans eseorang harus berusaha atau menunjukkan kemampuanya untuk menduduki jabatan terhormat dalam partainya.

b. Kelompok informal

Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan – pertemuan yang berulang dan merasa memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama. Contoh dari kelompok ini adalah kelompok – kelompok kecil atau persahabatan atau kelompok pemain musik di sekolah.

Dasar-dasar pembentukan kelompok sosial
Dasar yang melatar belakangi terbentuknya kelompok sosial meliputi hal – hal sebagai berikut :

a. Kepentingan yang sama (Common interest )

Kaum buruh di perkotaan umumnya memiliki organisasi yang sama karena mereka juga memiliki kepentingan yang sama, dengan organisasi diharapkan dapat menjembatani kepentingan kaum buruh dengan pemilik modal / pengusaha

Orang – orang yang memiliki kepentingan yang sama merupakan dasar untuk membentuk suatu perkumpulan yang tetap dengan cara mendirikan berbagai macam organisasi yang mantap. Orang –orang yang terlibat di dalamnya biasa disebut sebagai kelompok kepentingan (asosiasi). Organisasi ayng dibentuk biasanya bertujuan mencapai tujuan yang sama. Contoh organisasi yang dibentuk misalnya asosiasi kaum buruh, nelayan, kesenian dan organisasi profesi.

b. Darah dan keturunan yang sama (Common Ancestry)

Darah dan keturunan merupakan ikatan pertalian persaudaraan yang terkuat bagi manusia. Walaupun dewasa ini kekuatan atas dasar ini tidak begitu dominan, namun dalam beberapa kasus, terutama mereka yang menjadi kelompok minoritas darah danketurunan masih menjadi ikatan yang sangat kuat. Misalnya di Indonesia dapat kita lihat persatuan orang – orang Cina, India, Arab dan lain-lain. Demikian juga dalam beberapa suku di Indonesia pemakaian marga masih sangat kuat seperti Batak, Pertalian darah yang sama dapat menjadi cikal terbentuknya kelompok social berdasar persamaan darah, misalnya orang – orang keturunan Cina, Arab, India dan lain – lain.

c. Daerah yang sama (Common District )

Daerah yang sama atau teritorial dapat memberi keuntungan bagi berfungsinya sebuah organisasi mengingat kedekatan jarak secara fisik. Kelebihan orang dari daerah yang sama adalah kesamaan dalam hal budaya. Ats dasar tersebut maka sering kita jumpai organisasi yang merupkan representasi dari daerah misalnya Persatuan Pelajar Yogyakarta, Puja Kesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatra) dan lain – lain.

d. Ciri – ciri badaniah yang sama

Faktor ini berkait erat dengan keturunan. Ciri badaniah yang dapat kita lihat misalnya warna kulit, ras, dan lain – lain. Kesamaan – kesamaan tersebut dapat mendorong berdirinya suatu organisasi, misalnya ikatan sarjana Tionghoa, organisasi buruh kulit hitam dan lain – lain.

Kelompok sosial yang tidak teratur

1. Kerumunan (Crowd)

Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat temporer, artinya kerumunan itu akan tetap ada selama orang – perorangan secara fisik hadir dalam suatu tempat yang sama. Apabila orang – orang tersebut bubar maka secara otomatis kerumunan tidak ada lagi.

Kerumunan tidak terorganisasi dan dapat mempunyai pimpinan tetapi tidak ada pembagian kerja maupun pelapisan sosial. Artinya kedudukan tiap orang dalam suatu kerumunan adalah sama. Identitas pribadi akan tenggelam dengan sendirinya. Seorang pengacara, guru, militer atau mahasiswa, yang sama – sama menunggu angkutan umum dalam sebuah halte memiliki status dan kedudukan yang sama.

Suatu kerumunan mudah sekali bereaksi karena karena individu yang berkumpul mempunyai satu pusat perhatian dan keinginan mereka akan tersalurkan dengan mengadakan suatu aksi.

Bentuk umum dari suatu kerumunan adalahs ebagai berikut :

a. Formal audience atau khalayak penonton yang formal

Kerumunan yang mempunyai suatu pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya sangat pasif. Contohnya adalah penonton film, pendengar khotbah dan lain – lain.

Para pendengar khutbah memiliki perhatian dan tujuan yang sama meskipun mereka sifatnya sangat pasif yaitu hanya sebatas sebagai pendengar saja sehingga komunikasi hanya satu arah

b. Planned expressive group atau kelompok ekpresif yang telah direncanakan

Merupakan kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpuil dalam aktifitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya.Fungsinya adalah penyalur ketegangan yang dialami orang karena pekerjaannya sehari – hari. Contohnya orang – orang yang berpesta, rekreasi, atau berdansa.

Berdansa dapat mengurangi ketegangan atau kejenuhan yang dialami seseorang, sehingga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas yang berkepanjangan

c. Casual crowds atau kerumunan yang bersifat sementara

Kerumunan yang bersifat sementara yang ingin menggunakan fasilitas – fasilitas yang sama. Misalnya orang yang sedang antri karcis, orang yang antri di depan kamar mandi umum dan lain – lain. Dalam kerumunan ini kehadiran orang lain merupakan penghalang bagi tercapainya suatu tujuan seseorang.

d. Panic crowds atau kerumunan orang yang sedang dalam keadaan panik

Kerumunan orang – orang yang secara bersama – sama dalam keadaan panik dan sedang berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya. . Dorongan dalam diri individu dalam kerumunan tersebut cenderung mempertinggi rasa panik.

e. Spectator crowds atau kerumunan penonton.

Merupakan sekumpulan orang yang ingin melihat suatu kejadian atau peristiwa tertentu. Kerumunan jenis ini hampir sama dengan khalayak penonton, perbedaannya adalah kerumunan penonton tidak direncanakan dan aktivitas kegiatannya juga tidak direncanakan.

f. Lawless crowds (kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum )

1. acting crowds (kerumunan yang bertindak emosional)

Kerumunan yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma – norma yang berlaku dalam masyarakat.

2. Immoral crowds (kerumunan yang bersifat immoral)

yaitu segala tindakan yang berlawanan dengan norma – norma dalam masyarakat atau norma – norma pergaulan hidup, tetapi tanpa tujuan yang tertentu. Contohnya adalah sekelompok orang yang sedang mabuk.

2. Massa (mass)

Pengertian massa sebenarnya hamper sama dengan kerumunan, namun pada umumnya massa terbentuk dengan adanya suatu perencanaan dan memiliki pemimpin yang menggerakkan , sehingga proses terjadinya bukan merupakan sesuatu yang spontan. Contoh dari massa adalah sekumpulan orang – orang yang digerakkan untuk melakukan suatu demonstrasi terhadap kebijakan yang diambil oleh pimpinan atau pememrintah.

3. Publik


Publik merupakan kelompok semu dan proses terjadinya hamper sama dengan massa. Interaksi yang telah terjadi dalam publik dinamakan khalayak umum atau khalayak ramai. Proses pembentukan publik melalui alat – alat komunikasi seperti sudar kabar, radio, telepon, televisi dan film.

Organisasi Sosial

Ada beberapa pengertian organisasi menurut para ahli sebagai berikut :

1. Stoner

mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yangmelalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

2. Stephen P. Robbins

menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosialyang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapatdiidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapaisuatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Sedangkan Sosial merupakan bentuk proses Interaksi antara manusia baik itu secara interpersonal maupun golongan dalam suatu wilayah. Dapat disimpulkan bahwa Organisasi sosial merupakan perkumpulan sosial yang dibentuk dari orang-orang yang bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana,terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode,lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien danefektif untuk mencapai tujuan bersama, berbadan hukum maupun tidak, yang berfungsisebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.

Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.Salah satu bentuk contoh dari Organisasi sosial yaitu Karang Taruna yang terdapat disetiap desa. Karang taruna dalam kinerja/kegiatan sosial nya selalu melibatkan masyarakat.Seperti halnya kegiatan Jumsih (Jum’at Bersih) ,PHBI (Perayaan Hari Besar Islam),Perlombaan-perlombaan dalam HUT-RI (Hari Ulang Tahun Republik Indonesia),Penggalangan Untuk Korban Bencana di suatu daerah. dll.

Sekian artikel tentang Pengertian Kelompok dan Organisasi Sosial Menurut Para Ahli. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
- Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi: Suatu Pengantar: Jakarta: Rajawali Pers
- Sunarto, kamanto, 2000, Pengantar Sosiologi, Jakarta, fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
- Kartasapoetra, G, dan Widyaningsih, G,R, 1982, Teori sosiologi, Bandung, Armico
Blog Psikologi_
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Kelompok dan Organisasi Sosial Menurut Para Ahli